Klub Barcelona dukung unjuk rasa kemerdekaan Catalonia dari Spanyol


AGENJUDIONLINE - Para pengunjuk rasa di Catalonia kemarin menutup jalan raya, sekolah, pusat bisnis di seantero kawasan. Ribuan pendemo yang terdiri dari pekerja dan pelajar bergabung turun ke jalan untuk memprotes kebrutalan polisi yang menyebabkan korban luka selama referendum hari Minggu lalu.

Di ibukota Catalonia, Barcelona, layanan transportasi bus dan kereta bawah tanah terganggu. Turis-turis bingung mencari kafetaria yang buka untuk menghindari demo tersebut.

Sejumlah pendemo juga memaksa menutup toko-toko di kota Las Ramblas, tapi di sebagian wilayah lain demontrasi berjalan damai.

Beberapa buruh dan kelompok rakyat pendukung kemerdekaan mendesak para pekerja di seluruh Catalonia untuk melakukan pemogokan sebagian atau seharian penuh setelah pemerintah menganggap referendum ilegal dan tidak sah.

"Orang-orang marah, sangat marah," kata Josep Llavina, 53 tahun, wiraswasta yang pergi ke Barcelona dari kota terdekat untuk berpartisipasi dalam unjuk rasa di luar gedung polisi

"Mereka berbuat kekerasan. Mereka memukul orang-orang yang mengangkat tangan ke atas. Bagaimana bisa kami tidak marah?" kata dia.

Para demonstran tiba dengan berjalan kaki, berjalan di sepanjang jalan raya dan jalan-jalan ditutup oleh polisi. Wisatawan menyaksikan dari jarak jauh.

Pemogokan ini tidak didukung oleh dua serikat pekerja utama Spanyol, kelompok UGT dan CCOO, dan tidak ada laporan mengenai gangguan di sektor industri besar atau bandara Barcelona, namun demo ini mempengaruhi dunia sepak bola Eropa.

Klub sepak bola Barcelona dan dua klub asal Catalan lainnya di Liga Spanyol bergabung dalam aksi pemogokan ini.

Klub Barcelona mengatakan tidak ada pemain di tim profesional atau junior yang berlatih saat aksi pemogokan terjadi dan markas klub juga ditutup. Tim sepak bola Girona juga menunda latihan dan para pemain Espanyol latihan di ruang tertutup.

Bek Barcelona Gerard Pique, salah satu pendukung Catalan yang paling vokal dilecehkan oleh fans saat dia ikut berlatih dengan tim tim nasional Spanyol di Madrid menjelang kualifikasi Piala Dunia yang akan datang.
Polisi harus turun tangan saat fans meneriakkan dan memegang kartu melawannya.

Pelatih timnas Spanyol Julen Lopetegui mengatakan kepada radio COPE, bek tengah Barcelona itu tetap termotivasi meski mendapat pelecehan dari fans. Dia memuji komitmen Pique kepada tim nasional dan mengatakan tidak ada alasan untuk tidak mempertahankannya di skuat timnas.

Meski sebagian warga berunjuk rasa, ada juga yang tidak setuju dengan aksi pemogokan ini. Salah satunya Jose Bolivar, 54 tahun, pegawai balai kota.

"Saya tidak setuju dengan pemogokan ini. Sebenarnya, di tempat kerja tidak ada yang memberitahuku tentang pemogokan. Jadi saya memutuskan untuk datang," kata dia.

Menurut otoritas kesehatan daerah Catalan, lebih dari 890 warga sipil dirawat karena luka-luka, kebanyakan tidak serius, menyusul bentrokan selama referendum hari Minggu.

Polisi menggunakan pentungan dan peluru karet untuk menghalau pendemo yang ingin memberikan suara dalam referendum tersebut. Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan 431 aparat keamanan terluka.
Previous
Next Post »